Minggu, 09 Juni 2013

Laporan Penguji Daya Hantar Larutan




Larutan elektrolit dan Non elektrolit



v    Tujuan : menguji daya hantar larutan



v    Teori :

Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan dapat dibedakan kedalam larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan listrik, dan larutan nonelektrolit, yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik. Hantaran listrik melalui larutan dapat ditunjukkan melalui alat penguji elktrolit.

v    Alat dan bahan :

1.        Alat uji elektrolit (merancang sendiri seperti pada gambar diatas)

2.       Kertas Tissue

3.       Batu baterai

4.       Air suling

5.       Larutan NaCl

6.       Larutan HCl

7.       Larutan NaOH

8.       Larutan Gula Pasir

9.       Larutan NH3

10.    Larutan Cuka

11.      Alkohol



v   Cara Kerja :



1.  Susunlah alat penguji daya hantar listrik larutan. Alat ini dapat dibuat sendiri dengan bahan yang sederhana. Gunakan elektronde, dari grafit batu baterai bekas.



2. Ujilah larutan yang terdapat pada tabel berikut dengan cara mencelupkan elektrode ke dalam larutan (bila akan berganti larutan cucilah elektrodenya dan keringkan dengan kertas tissue).

v Hasil Pengamatan :



Larutan
Rumus Kimia
Gejala
Kesimpulan
Nyala Lampu
Gelembung
Alkohol
C2H5OH
-
-
Non elektrolit
Natrium Klorida
NaCl
+
+
Elektrolit
Natrium Asetat
NaCH3COO
-
+
Elektrolit lemah
Natrium Hidroksida
NaOH
+
+
Elektrolit
Asam klorida
HCl
+
+
Elektrolit
Amonia
NH3
-
+
Elektolit lemah
Cuka/Asam Asetat
CH3COOH
-
+
Elektrolit lemah



v Pembahasan :



Seperti telah diketahui, senyawa ion terdiri atas ion-ion yaitu NaCl, NaOH, NaCH3COO. Dalam Kristal (padatan), ion-ion itu tidak dapat bergerak bebas, melainkan diam pada tempatnya. Oeh karena itu, padatan senyaawa ion tidak menghantarkan listrik, akan tetapi dalam bentuk lelehan dan larutan dapat menghantarkan arus listrik maka larutan yang diuji cobakan menghasilkan gelembung dan menyalakan lampu sehingga disebut Larutan elektrolit kuat. Selain dari senyawa ion ada juga senyawa kovalen polar yang terdapat pada larutan HCl, NH3, CH3COOH. Senyawa kovalen polar jika dilarutkan dalam air, dapat mengalami ionisasi sehingga larutannya dapat menghantarkan listrik akan tetapi daya hantarnya lemah sehingga tidak dapat menyalakan lampu dan hanya menghasilkan gelmbung saja oleh karena itu larutan tersebut disebut larutan elektrolit lemah. Ada juga senyawa kovalen non polar yang terdapat pada larutan C2H5OH larutan ini tidak dapat menghasikan arus listrik oleh karena itu larutan tersebut disebut larutan non elektrolit.



v    Kesimpulan :

Dari percobaan yang telah dilakukan tidak semua larutan dapat menghantarkan arus istrik. Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan elektrolit. Dan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik disebut larutan non elektrolit. Larutan elektrolit dibagi menjadi 2 yaitu larutan elektrolit lemah dan larutan elektrolit kuat. Larutan elektrolit lemah tidak dapat menyalakan lampu tapi menghasilkan gelembung karena daya hantar listriknya lemah. Sebaliknya dengan larutan elektrolit kuat. Larutan tersebut dapat menyalakan lampu dan emnghasilkan gelembung.

Laporan Praktikum Asam Basa Larutan



Trayek pHAsam Basa

I.        Tujuan

ü  Menentukan sifat larutan berdasarkan sifat asam, basa, dan netral.

ü Memperkirakan pH suatu larutan dengan menggunakan beberapa macam indikator.

II.            Landasan teori

Asam, Basa dan Garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam berasa masam dan basa berasa agak pahit.

ü  Asam

Senyawayang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+. Memiliki rentang pH 0-6,9 dan memerahkan lakmus biru.

ü Basa

senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-. Memiliki rentang pH 7,1-14 dan membirukan lakmus merah.

Indikator asam dan basa adalah zat yang dapat memberikan warna yang berbeda pada larutan asam dan basa. Melalui perbedaan warna tersebut akhirnya dapat diperkirakan kisaran pH suatu larutan.



Trayek perubahan warna adalah batasan pH dimana terjadi perubahan warna indikator. Salah satu indikator yang umum digunakan dalam pengujian larutan asam dan basa adalah kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri dari 2 warna yaitu lakmus biru dan lakmus merah.

1.       Jika larutan bersifat asam, maka kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah tidak akan berubah warna (tetap berwarna merah).

2.       Jika suatu larutan bersifat basa, maka kertas lakmus biru tidak akan berubah warna (tetap biru) sedangkan kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru. Dan,

3.       jika tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus (lakmus biru tetap biru dan lakmus merah tetap merah) maka larutan tersebut bersifat netral.

Untuk mengetahui trayek perubahan warna dari beberapa indikator, kita dapat melihat tabel indikator perubahan warna pH.

No
Indikator
Trayek pH
Perubahan Warna
1
Lakmus
4,5 – 8,3
Merah – Biru
2
Metil Jingga
3,2 – 4,4
Merah – Kuning
3
Metil Merah
4,2 – 6,3
Merah – Kuning
4
Bromotimol Biru
6,0 – 7,6
Kuning – Biru
5
Fenolftalein
8,3 – 10
Tidak berwarna – Merah



             III.            Alat dan bahan

1.       Plat tetes

2.      Pipet tetes

3.      Larutan A,B,C dan D

4.     Lakmus merah dan lakmus biru

5.      Indikator ( bromotimol biru, fenolftalein, metil orange)

             IV.            Cara kerja

1.       ambil 2 tetes  larutan A,B,C,D menggunakan pipet pada pada plat tetes yang telah tertulis A, B, C, D seperti gambar di bwah ini.
      A            B          C           D






















2.      Masukkan indikator lakmus :

a.     masing-masing satu lakmus  merah pada baris pertama larutan A,B,C,D

b.     masing-masing satu lakmus biru pada baris kedua larutan A,B,C,D

3.  Amati perubahan yang terjadi pada setiap kertas lakmus, baik merah maupun biru

4.  Cuci plat tetes yang telah di gunakan dengan  bersih atau menggunakan plat tetes yang lain. Sehingga tidak mengubah hasil dari indikator tersebut.

5.  Teteskan masing-masing 2 tetes  larutan A,B,C,D  pada plat tetes yang telah tertulis A, B, C, D..

6.  Masukkan indikator dibawah pada plat tetes yang telah disediakan masing-masing  2 tetes:

a. Indikator BTB pada baris pertama

b. Indikator PPpada baris kedua

c. Indikator MOpada baris ketiga.

7.  Amati perubahan warna yang terjadi.



                V.            Hasil pengamatan

NO
Indikator
Trayek pH
larutan
A
B
C
D
1
Lakmus merah
4,5-8,3
Merah
Biru
Ungu
Merah
2
Lakmus biru
4,5-8,3
Merah
Biru
Ungu
Merah
3
BTB
6,0-7,6
Kuning
Biru
Hijau
Kuning
4
PP
8,3–10
Tidak berwarna
Merah
Tidak berwarna
Tidak berwarna
5
MO
3,2-4,4
Merah
Kuning
Kuning
Merah







             VI.            Pembahasan

1.       Larutan A

-         Lakmus merah        pH< 4,5

-         Lakmus biru            pH< 4,5

-         BTB                           pH< 6,0

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH< 3,2

Jadi, perkiraan pHlarutan A berdasarkan data tes indikator diatas adalah  < 3,2 dan bersifat asam .

2.      Larutan B

-         Lakmus merah        pH> 8,3

-         Lakmus biru            pH> 8,3

-         BTB                           pH> 7,6

-         PP                             pH> 10

-         MO                            pH> 4,4

Jadi, perkiraan pH larutan  B berdasarkan data tes indikator diatas adalah  >10 dan bersifat basa .







3.      Larutan C

-         Lakmus merah        pH 4,5 – 8,3

-         Lakmus biru            pH 4,5 - 8,3

-         BTB                           pH 6,0 – 7,6

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH> 4,4

Jadi, perkiraan pH larutan C berdasarkan data tes indikator diatas adalah  6,0 – 7,6 dan bersifat netral

4.     Larutan D

-         Lakmus merah        pH< 4,5

-         Lakmus biru            pH< 4,5

-         BTB                           pH< 6,0

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH< 3,2

Jadi, perkiraan pH larutan D berdasarkan data tes indikator diatas adalah  < 3,2 dan bersifat asam .









          VII.            Kesimpulan

Dari data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan:

1.       Larutan A merupakan larutan yang bersifat asam karena pH nya < 3,2

2.      Larutan B merupakan larutan yang bersifat basa karena pH nya > 10

3.      Larutan C merupakan larutan yang bersifat netral karena pH nya 6,0-7,6

4.     Larutan D merupakan larutan yang bersifat asam karena pHnya , 3,2.