Minggu, 09 Juni 2013

Laporan Praktikum Asam Basa Larutan



Trayek pHAsam Basa

I.        Tujuan

ü  Menentukan sifat larutan berdasarkan sifat asam, basa, dan netral.

ü Memperkirakan pH suatu larutan dengan menggunakan beberapa macam indikator.

II.            Landasan teori

Asam, Basa dan Garam merupakan zat kimia yang memiliki sifat-sifat yang dapat membantu kita untuk membedakannya. Karena pada umumnya asam berasa masam dan basa berasa agak pahit.

ü  Asam

Senyawayang jika dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion H+. Memiliki rentang pH 0-6,9 dan memerahkan lakmus biru.

ü Basa

senyawa yang bila dilarutkan ke dalam air menghasilkan ion OH-. Memiliki rentang pH 7,1-14 dan membirukan lakmus merah.

Indikator asam dan basa adalah zat yang dapat memberikan warna yang berbeda pada larutan asam dan basa. Melalui perbedaan warna tersebut akhirnya dapat diperkirakan kisaran pH suatu larutan.



Trayek perubahan warna adalah batasan pH dimana terjadi perubahan warna indikator. Salah satu indikator yang umum digunakan dalam pengujian larutan asam dan basa adalah kertas lakmus. Kertas lakmus terdiri dari 2 warna yaitu lakmus biru dan lakmus merah.

1.       Jika larutan bersifat asam, maka kertas lakmus biru akan berubah menjadi merah, sedangkan kertas lakmus merah tidak akan berubah warna (tetap berwarna merah).

2.       Jika suatu larutan bersifat basa, maka kertas lakmus biru tidak akan berubah warna (tetap biru) sedangkan kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru. Dan,

3.       jika tidak terjadi perubahan warna kertas lakmus (lakmus biru tetap biru dan lakmus merah tetap merah) maka larutan tersebut bersifat netral.

Untuk mengetahui trayek perubahan warna dari beberapa indikator, kita dapat melihat tabel indikator perubahan warna pH.

No
Indikator
Trayek pH
Perubahan Warna
1
Lakmus
4,5 – 8,3
Merah – Biru
2
Metil Jingga
3,2 – 4,4
Merah – Kuning
3
Metil Merah
4,2 – 6,3
Merah – Kuning
4
Bromotimol Biru
6,0 – 7,6
Kuning – Biru
5
Fenolftalein
8,3 – 10
Tidak berwarna – Merah



             III.            Alat dan bahan

1.       Plat tetes

2.      Pipet tetes

3.      Larutan A,B,C dan D

4.     Lakmus merah dan lakmus biru

5.      Indikator ( bromotimol biru, fenolftalein, metil orange)

             IV.            Cara kerja

1.       ambil 2 tetes  larutan A,B,C,D menggunakan pipet pada pada plat tetes yang telah tertulis A, B, C, D seperti gambar di bwah ini.
      A            B          C           D






















2.      Masukkan indikator lakmus :

a.     masing-masing satu lakmus  merah pada baris pertama larutan A,B,C,D

b.     masing-masing satu lakmus biru pada baris kedua larutan A,B,C,D

3.  Amati perubahan yang terjadi pada setiap kertas lakmus, baik merah maupun biru

4.  Cuci plat tetes yang telah di gunakan dengan  bersih atau menggunakan plat tetes yang lain. Sehingga tidak mengubah hasil dari indikator tersebut.

5.  Teteskan masing-masing 2 tetes  larutan A,B,C,D  pada plat tetes yang telah tertulis A, B, C, D..

6.  Masukkan indikator dibawah pada plat tetes yang telah disediakan masing-masing  2 tetes:

a. Indikator BTB pada baris pertama

b. Indikator PPpada baris kedua

c. Indikator MOpada baris ketiga.

7.  Amati perubahan warna yang terjadi.



                V.            Hasil pengamatan

NO
Indikator
Trayek pH
larutan
A
B
C
D
1
Lakmus merah
4,5-8,3
Merah
Biru
Ungu
Merah
2
Lakmus biru
4,5-8,3
Merah
Biru
Ungu
Merah
3
BTB
6,0-7,6
Kuning
Biru
Hijau
Kuning
4
PP
8,3–10
Tidak berwarna
Merah
Tidak berwarna
Tidak berwarna
5
MO
3,2-4,4
Merah
Kuning
Kuning
Merah







             VI.            Pembahasan

1.       Larutan A

-         Lakmus merah        pH< 4,5

-         Lakmus biru            pH< 4,5

-         BTB                           pH< 6,0

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH< 3,2

Jadi, perkiraan pHlarutan A berdasarkan data tes indikator diatas adalah  < 3,2 dan bersifat asam .

2.      Larutan B

-         Lakmus merah        pH> 8,3

-         Lakmus biru            pH> 8,3

-         BTB                           pH> 7,6

-         PP                             pH> 10

-         MO                            pH> 4,4

Jadi, perkiraan pH larutan  B berdasarkan data tes indikator diatas adalah  >10 dan bersifat basa .







3.      Larutan C

-         Lakmus merah        pH 4,5 – 8,3

-         Lakmus biru            pH 4,5 - 8,3

-         BTB                           pH 6,0 – 7,6

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH> 4,4

Jadi, perkiraan pH larutan C berdasarkan data tes indikator diatas adalah  6,0 – 7,6 dan bersifat netral

4.     Larutan D

-         Lakmus merah        pH< 4,5

-         Lakmus biru            pH< 4,5

-         BTB                           pH< 6,0

-         PP                             pH< 8,3

-         MO                            pH< 3,2

Jadi, perkiraan pH larutan D berdasarkan data tes indikator diatas adalah  < 3,2 dan bersifat asam .









          VII.            Kesimpulan

Dari data diatas dapat ditarik beberapa kesimpulan:

1.       Larutan A merupakan larutan yang bersifat asam karena pH nya < 3,2

2.      Larutan B merupakan larutan yang bersifat basa karena pH nya > 10

3.      Larutan C merupakan larutan yang bersifat netral karena pH nya 6,0-7,6

4.     Larutan D merupakan larutan yang bersifat asam karena pHnya , 3,2.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar